
Acara tahunan yang menjadi agenda RACIST ini memang benar-benar keren.
banyak hal menarik yang terjadi dalam setiap agenda ini..untuk acara kali ini Racist memilih tempat di Panorama Alam.Gunung bunder..
inilah sekelumit agenda kemarin.,,
singkat cerita,, hari sabtu tanggal 24 desember 2011....
dimulai dengan kumpul di kediaman salah satu anggota no reg. o11 pk. 12.30 dengan jadwal berangkat menuju gunung bunder pk. 13.00.alias jam 1 siank . dengan harapan sesuai dengan yang direncanakan,tapi apa mao dikata inilah Indonesia..gak seru kalo gak ngaret,,hehe,
terpaksa deh gara-gara anggota yang satu ini kita semua harus harus molor waktu beberapa jam.Namun lagi-lagi atas nama kebersamaan kita harus nunggu,,huffftt kasiah tuh kebersamaan jadi alesan mulu,,,hohoho....
singkat cerita kita pun berangkat pk. 14.15 dengan jumlah scooter 32 roda yang menyentuh lantai jalan raya...ajibbb
dengan rute yang ditempuh balaraja - tigaraksa - curug - cisauk - muncul serpong - ciseeng - ciampea dan berakhir di gunung bunder ( gn. salak bogor ),tepatnya sih di panorama alam,,
rangkuman perkara
1. coil patah
di sekitar wilayah menuju cisauk 016 (nurfi) tanpa kontrol mlintas di atas jalan berlubang yang tak berarti, namun cukup untuk membuat kendaraan yang ditunggangi mati spontan / stak.... tanpa basa basi langsung memfitnah piston di dalam blok Cylinder yang kurang pelumas campur alias oli samping,,, tambah oli samping cuyyy.
dan ternyata masih sulit di hidupkan,,,,huffft
buka bok mesin.... selidik punya selidik ternyata baru di sadari bahwa coil terlihat sudah bosan hidup dan sedang mengeksekusi dirinya sendiri dengan cara gantung diri,alias copot (ngampleh). untunglah sang pemilik scooter berwarna biru telur asin tersebut belum terlambat menyelamatkan si coil, sehingga si coil masih dapat tertolong dan diberikan motivasi untuk tetap hidup karena JALAN MASIH TERAMAT JAUH.
2. kondenser kendor
perjalanan di lanjutkan dari cisauk menuju muncul serpong, di tengah perjalanan kendaraan berwarna biru variasi hitam dengan no reg. 006 ini berjalan seperti pedati yang kudanya belum diberi minum,alias tersendat-sendat... lagi-lagi busi yang di fitnah dan jadi tersangka utama. proses penyidikan pun baru dimulai yang kemudian timbul alibi dari si busi bahwa ia tak bersalah,
waktu berlalu dengan proses penyidikan berjalan... alhasil di temukan bukti bahwa tersangka dan terdakwa adalah kondensor yang mencoba kabur dari ikatannya. tertangkap lah kondensor dan kemudian di kembalikan ke alamnya.
tak berselang jarak yang tak jauh terdakwa kondensor yang sudah divonis oleh hakim djenkghot lulusan sarjana teknik hukum universtas boroboro(kebagusan kayanya nih nama..hehehe). ini kembali melakukan percobaan melarikan diri yang kedua kalinya namun kali ini langsung diringkus oleh jaksa 01.
perjalananpun di lanjutkan lagi..Gas terussss,,,,
beberapa km dari TKP.inilah adegan yang di tunggu-tunggueng,,ing,,eng,,.Tanjakan yg curam plus tikungan yg tajam membuat kuda-kuda besi kami kelelahan,,tp tetep lanju. walopun agak sedikit ngareyeuh,,hehe..
selang beberapa waktu..terdengar suara."CONG TOLONG CONG"..itulah kata-kata indah yg terdengar dari korban 011..ternyata tanjakan yang cukup extrim itu membuat scooternya tak bertahan melawan tanjakan,,walopun teragedi itu masih melakat di otaknya.dengan gaya nya yg cukup rempong dia pun berkata "TANJAKAN BUKAN RINTANGAN"..
iraha deui yeuh!!!! kangen sm tanjakan.....
BalasHapus